Langkah Membuat Brand Dalam Bisnis Part-1

L

Sebelum kita membahas mengenai langkah dalam membuat brand, kita akan menyamakan persepsi dulu tentang apa yang disebut sebagai brand.

Di dalam dunia marketing tentu kita tidak asing lagi dengan yang namanya Brand, bisa kita lihat dalam gambar dibawah ini banyak brand yang sering kita lihat dalam setiap aktivitas.

brand

Apa sebenarnya brand itu?

Dalam praktisnya brand itu bisa disebut sebuah symbol atau persepsi. Dalam hal ini misalnya kita sebutkan nama “Apple”, Apa yang ada dalam pikiran kalian?

apple

Kalau dalam pikiran saya ketika ada orang menyebut produk Apple yang terbayang adalah premium, high quality, and good design.
Jadi pada dasarnya, branding sebuah perusahaan itu berhasil jika apa yang ingin ditunjukkan oleh perusahaan itu sesuai dengan apa yang konsumen persepsikan dalam pikirannya.

Dalam konsep branding ada yang disebut sebagai brand equity  kalau dalam bahasa indonesia adalah nilai dari sebuah brand, seberapa kuat brand itu dibandingkan brand lain dalam persepsi konsumen.

air mineral

Contohnya di Indonesia, orang-orang ketika ingin membeli air mineral rata-rata yang mereka ucapkan adalah mereka ingin beli AQUA, padahal masih banyak merk air mineral lain yang ada dipasaran, dan kadang terjadi juga adalah ketikan kita ingin membeli “AQUA” malah dikasih produk air mineral lain karena persepsi penjual bahwa semua air mineral = AQUA.

Setelah kita tahu mengenai apa itu brand, selanjutnya kita akan mulai mencoba mempelajari langkah-langkah dalam membuat Brand. Dalam artikel Part-1 ini kita akan membahas mengenai Environmental Analysis yang terdiri dari Macro Environment Analysis, Industry Environment Analysis dan Internal Environment Analysis.

Langkah Membuat Brand

Macro Environment Analysis

Analisis lingkungan makro ini mempunyai beberapa aspek, biasa disebut sebagai analisa PESTEL (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Environment dan Legal/Hukum).

Politik:
Faktor kondisi politik di suatu daerah, seperti kebijakan pemerintah, dan aturan-aturan yang berada di lingkungan sekitar
contoh: kebijakan pemerintah mengenai import bahan makanan, kebijakan pajak dll

Ekonomi:
Faktor perekonomian disuatu daerah yang mempengaruhi daya beli customer dan mempengaruhi bisnis
contoh: jika kondisi daerah tersebut inflasinya tingga maka akan mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap brand tersebut

Sosial:
Faktor sosial disuatu daerah yang mempengaruhi  kebutuhan, dan besarnya pangsa pasar. Bisa terkait dengan sensitifitas, tingkat pendidikan, kondisi lingkungan sosial di masyarakat.

Contoh: Brand Solaria pernah terasosiasi menggunakan minyak Babi, dalam hal ini babi di Indonesia merupakan Haram bagi sebagian besar penduduk Indonesia

Teknologi:
Gambaran teknologi yang digunakan dalam brand tersebut untuk menghadapi tantangan bisnis dan efisiensi proses bisnis
Contoh: McD dengan teknologi informasinya untuk menangani delivery order

Environment:
Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi keputusan customer.
contoh: Amazon pada awalnya hanya melayani market US dan kemudian sekarang persepsi tersebut telah berubah menjadi Amazon melayani secara Global.

Legal/Hukum:
Faktor hukum meliputi hukum perundan-undangan yang berlaku.
Contoh: Undang-undang yang mengatur hak asasi manusia, dan kewajiban pemberi kerja kepada karyawan.

 

Industry Environment Analysis

five force

 

  1. Threat of New Entrants
    Ancaman dari dari brand pendatang baru, sebagai contoh brand-brand yang sudah besar mereka seringkali mengeluarkan sub-brand baru untuk melawan leader brand dari suatu segmen tertentu. Ex: Brand Mie Sedaap melawan Indomie dari Indofood.
  2. Bargaining Power of Buyers
    Ini terkait dengan supply and demand, semakin banyak brand didalam suatu segmen maka konsumen semakin memiliki keuatan untuk memilih brand mana yang akan dia beli berdasarkan karakteristik dari masing-masing konsumen tersebut
  3. Threat of Substitute Products
    Adakah brand lain untuk produk sejenis? contoh dalah hal ini misalnya brand Coca-Cola vs Pepsi. Ini adalah dua brand berbeda yang terjun dalam satu jenis produk yang sama.
  4. Bargaining Power of Suppliers
    Ini mirip dengan nomer dua, tetapi dalam hal ini yang memilliki kekuatan adalah dari sisi Supplier, semakin tidak ada pesaing yang menyuplai produk yang sama maka akan sangat memudahkan supplier untuk menguasai pasar tersebut dengan kata lain supplier dapat mementukan harga sesuai dengan keinginan mereka.
  5. Rivalry Among Existing Competitors
    Persaingan dengan kompetitor ini bisa terjadi dalam banyak hal, seperti harga, strategy marketing atau bahkan kekuatan branding mereka.

 

Internal Environment Analysis

Sebuah proses untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi karakteristik yang spesisifk, dalam internal environment analysis dibagi menjadi 2 bagian:

  1. Resources
    Terdiri dari tangible resource dan intangible resource. Tangible resource ini adalah hal-hal yang bisa dihitung seperti bahan baku dan berbagi inventory lainnya. Intangible resource  adalah hal-hal yang tidak dapat diukur secara pasti, misalnya brand equity alias kekuatan dari brand tersebut yang dapat mempengaruhi konsumen lebih memilih brand A dibandingkan brand B.
  2. Capabilities
    Proses merubah resources menjadi product yang diinginkan oleh perusahaan, dalam hal brand berarti adalah merubah resource tersebut menjadi persepsi yang ingin disampaikan oleh perusahaan kepada konsumennya.
    Contoh: Aqua dalam iklannya menampilkan proses pengolahan air menggunakan teknologi modern dan higienis. Dari iklan ini Aqua ingin menampilkan bahwa brand Aqua itu menggunakan teknologi yang canggih dan higienis sehingga lebih terpercaya dibandingkan brand lain.

 

Sumber:
https://www.sasb.org/five-forces/

http://pestleanalysis.com/what-is-pestle-analysis

About the author

Salman Farozi
Salman Farozi

Founder kodebisnis.com, mahasiswa Magister Administrasi Bisnis Institut Teknologi Bandung.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Salman Farozi By Salman Farozi

Recent Posts

Recent Comments

Temukan kami disini:

Categories

Archives